Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Pesona Curug Cimahi Air Terjun Pelangi

Salah satu wisata yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Bandung adalah Air Terjun Pelangi. Air terjun ini menawarkan pesona alam yang sangat menarik.


Air Terjun Pelangi

Air Terjun Pelangi atau dikenal juga dengan sebutan Curug Cimahi merupakan wisata yang cukup populer di Bandung. Air terjun ini terletak di Jalan Kolonel Masturi KM 7, Cisarua, Bandung Barat dan hanya berjarak sekira 10 kilometer dari pusat Kota Bandung.

Curug Cimahi


Untuk dapat menikmati dan lebih dekat dengan Air Terjun Pelangi, pengunjung harus menuruni 587 anak tangga. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit dan cukup membuat betis Anda pegal. Namun jika tak kuat meneruskan perjalanan menuju dasar air terjun, pengunjung bisa berhenti di view deck 1 dan view deck 2.

View Deck

Dari view deck tersebut, kita bisa menyaksikan air terjun setinggi kurang lebih 75 meter itu dengan pemandangan alam yang memesona. View deck hanya boleh diisi dengan maksimal 20 orang saja.

Sementara bagi pengunjung yang kuat meneruskan perjalanan dengan menyusuri ratusan anak tangga, maka ini pemandangan air terjun yang menakjubkan ini seperti sebuah imbalan yang sangat berharga. Air terjun dengan debit air yang besar dan dikelilingi pepohonan khas hutan tropis terasa menyejukkan.

Air yang dingin serta hembusan angin yang cukup kencang timbul dari derasnya air terjun yang mengalir ini membuat jiwa dan raga seolah menyatu dengan alam. Bahkan melihat airnya saja rasanya sangat sulit untuk menahan diri masuk atau menceburkan diri ke dalamnya.

Namun, pengunjung dibatasi untuk tidak berenang atau bermain air terlalu dekat karena bahaya yang dapat ditimbulkan dari derasnya air terjun. Selain itu, ada petugas yang selalu memperingatkan pengunjung yang terlalu dekat dengan dasar air terjun.

Air Terjun Pelangi akan semakin terlihat cantik saat gelap. Karena pengelola menggantung lampu khusus yang dipasang di aliran air terjun. Pada malam hari, lampu ini akan menyala berwarna-warni sehingga menimbulkan efek seperti pelangi.


Di kawasan wisata alam yang dikelola oleh Perhutani ini, pengunjung juga dibuat nyaman dengan adanya beberapa fasilitas seperti musholla dan toilet yang bersih. Sehingga pengunjung tidak perlu terburu-buru untuk naik ke atas saat tiba waktu salat.

Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata tepat untuk liburan keluarga. Keberadaan satwa monyet ekor panjang di kawasan wisata ini menambah suasana yang benar-benar terasa alami. Tapi jangan takut, karena monyet-monyet tersebut tidak berbahaya.

Meski demikian, tidak ada salahnya berbagi makanan dengan mereka. Mereka dengan senang hati akan menerima makanan dari Anda.

Namun jangan mencoba meledek hewan-hewan ini dengan makanan jika Anda tidak ingin mereka justru mendekat ke Anda.

Air Terjun Pelangi dibuka setiap hari dari pagi hingga pukul 21:00 WIB. Untuk dapat masuk, pengunjung harus membayar tiket Rp15 ribu saja.

5 Tempat Wisata Alam di Jawa Timur Yang Wajib di Kunjungi

Ada banyak keunikan dari tempat wisata di Jawa Timur, di antaranya adalah pesona wisata alam yang memikat serta panorama laut yang menawan hati. Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia ini memiliki ibukota yang juga merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Timur, Surabaya. Kota metropolitan Surabaya adalah wajah modern Jawa Timur saat ini dengan karakteristik budaya yang masih tetap dipertahankan.


Akses menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur juga telah didukung dengan beragam moda transportasi serta infrastruktur yang baik. Bandara udara Djuanda adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Di Jawa Timur, Anda dapat dengan mudah mendapatkan bis umum, menaiki angkot, atau menyewa mobil untuk digunakan secara private, hingga taksi. Bahkan, opsi mengelilingi kota dengan becak atau ojek adalah hal yang dapat Anda temukan di sana.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah sejumlah tempat wisata di Jawa Timur yang paling memikat dan populer di kalangan para penikmat perjalanan.

1. Gunung Bromo di Malang

Pesona keindahan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo adalah salah satu yang terbaik yang dapat Anda rasakan di puncak Penanjakan. Gunung Bromo tidaklah sebesar gunung api lainnya yang ada di Indonesia, tetapi gunung ini memiliki pemandangan yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.


Wisata Gunung Bromo adalah destinasi wisata yang dikenal luas, baik dari wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat wisata Gunung Bromo disukai para wisatawan. Di puncak Bromo, Anda dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam (sunset), salah satu yang paling memikat di Indonesia.

Transportasi dari/ke Gunung Bromo

Untuk dapat tiba di wisata Gunung Bromo, maka Anda harus tiba di bandara udara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Ini jika Anda memang menempuh perjalanan udara. Dari bandara tersebut, Anda dapat memesan kendaraan yang akan mengantarkan Anda ke kawasan wisata Bromo. Anda akan menmpuh rute perjalanan ke Gunung Bromo, dimulai dari Surabaya – Pasuruan – Wonokitri – Gunung Bromo. Perjalanaan ini membutukan waktu 2 – 3 jam.

Perlu diketahui, terdapat beberapa rute perjalan untuk dapat sampai di Gunung Bromo.

1. Rute Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo, jarak perjalanan 71 km
2. Rute Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo, jarak perjalanan 53 km
3. Rute Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan, jarak perjalanan 83 km

2. Kawah Ijen di Banyuwangi

Kawah Ijen adalah kawah danau terbesar di pulau Jawa. Pesona tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini adalah pada danau belerang yang berwarna tosca dan api biru (blue fire). Anda dapat menyaksikan panorama memikat ini pada saat malam hari hingga menjelang subuh.


Untuk mencapai kawah, Anda harus mendaki setinggi 3 km, ini akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Kemiringan pendakian adalah 25-35 derajat. Rasa lelah mendaki akan terbayar lunas tatkala mendapati pesona indah blue fire di salah satu tempat wisata di Banyuwangi nan memikat ini.

Untuk menuju Kawah Ijen bisa ditempuh melalui 2 jalur yaitu, barat dan timur. Para pendaki lebih banyak memilih jalur barat, karena terbilang mudah dan hanya memerlukan waktu 1,5 jam dari ujung jalan menuju tepi danau. Dengan rute sebagai berikut:
  • Surabaya – Bondowo 191 Km dengan bus
  • Bondowoso – Sempol 165 Km dengan bus
  • Sempol – Banyupait 14 Km dengan bus
  • Banyupait – Paltuding 4Km dengan mobil
  • Paltuding – Kawah Ijen 3 Km dengan jalan kaki 
 Sedangkan untuk jalur timur, memiliki rute sebagai berikut :
  • Denpasar – Banyuwangi 140 Km dengan bus / ferry
  • Banyuwangi – Jambu 18Km dengan mobil
  • Jambu – Kawah Ijen 21 Km dengan berjalan kaki

3. Pantai Plengkung di Banyuwangi

Reputasi Pantai Plengkung sebagai salah satu tempat wisata di Jawa Timur telah mendunia. Berjuluk “The Seven Giant Waves Wonder”, pantai ini begitu disukai para peselancar mancanegara memiliki tujuh gulungan ombak hingga setinggi 6 meter.


Bagi Anda penyuka olahraga selancar, cobalah menjajal ombak di Pantai Plengkung Banyuwangi. Pantai yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini merupakan salah satu surganya para peselancar. Dikenal juga dengan nama G-Land, Anda dapat merasakan serunya menunggangi gulungan ombak pantainya yang memukau. Dengan ombak tinggi, besar, dan memanjang itulah Pantai Plengkung dikenal sebagai salah satu pantai dengan ombak terbesar di dunia.

Pantai Plengkung memiliki ombak yang selalu ada terus-menerus di sepanjang tahun. Di bulan April – Agustus, ombak lautnya mencapai puncak tertinggi. Tidak aneh jika Pantai Plengkung telah lima kali dijadikan sebagai tempat kegiatan surfing berskala Internasional.

Rute Perjalanan ke Pantai Plengkung

Pantai Plengkung dapat dicapai dengan perjalanan darat dari Surabaya menuju Banyuwangi. Anda juga dapat menggunakan moda transportasi udara, baik dari Jakarta, Jogja, Makassar, hingga Batam, untuk dapat mendarat di Bandara Blimbingsari dan tiba di Banyuwangi. Selanjutnya, Anda harus mengambil perjalanan menuju Taman Nasional Alas Purwo.

Perjalanan dari Banyuwangi menuju Plengkung dapat dilakukan melalui dua rute. Pertama, melewati rute Banyuwangi – Kalipahit – Pasar Anyar – Pancur. Di salah satu pos yang bernama Pos Pancur, Anda harus menaiki kendaraan 4-wheels drive karena kondisi jalan tidak mulus dan tidak mungkin dilewati oleh mobil biasa. Dengan rute ini, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam hingga mencapai lokasi pantai.

Kedua, Anda dapat menggunakan jalur darat – laut melalui Benculuk. Dari Banyuwangi menuju Benculuk berjarak sejauh sekitar 35 kilometer. Dari Benculuk, Anda harus menuju Grajagan dan selanjutnya menyewa speed boat menuju lokasi Pantai Plengkung Banyuwangi.

4. Pantai Klayar di Pacitan

Terletak di Kecamatan Donorojo, Pacitan, Pantai Klayar adalah salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang ramai dikunjungi wisatawan. Pesona pantai ini ada pada hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut.



Objek wisata Pacitan yang satu ini dikenal sebagai salah satu destinasi liburan yang menarik. Pantai Klayar diapit oleh tebing-tebing yang tinggi dan tersedia menara pandang bagi Anda yang ingin menikmati panorama eksotiknya. Anda akan menjumpai banyak karang dan batuan gunung di pantai ini. Anda dapat bermain-main di air laut, namun tidak untuk berenang.

Di pantai Klayar, Anda dapat menyaksikan fenomena di mana terjangan ombak yang menghantam bebatuan karang akan menciptakan air mancur yang bahkan tingginya mencapai 10 meter. Pemandangan indah ini adalah akibat semburan kencang air laut yang masuk melalui bagian bawah bebatuan.



Rute Perjalanan ke Pantai Klayar Pacitan

Hingga saat ini, belum tersedia angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke pantai Klayar Pacitan. Cara paling populer ke pantai tersebut adalah dengan membawa kendaraan pribadi, baik mobil atau sepeda motor. Beberapa wisatawan juga menggunakan jasa agensi perjalanan untuk mengantarkan rombongan menuju pantai Klayar ini. Perlu diketahui, dari Goa Gong Pacitan ke pantai Klayar hanyalah berjarak sejauh sekitar 12 km.

Jika Anda dari Jogjakarta, maka rute paling recommended menuju pantai Klayar adalah dengan mengambil jalan melalui Wonosari di Gunungkidul. Daerah yang akan dilalui adalah Pathuk – kota Wonosari – Pracimantoro – Giribelah – perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur – Punung – Pantai Klayar.

Jika Anda dari Solo, maka arahkan kendaraan Anda menuju Kecamatan Pracimantoro, lalu akan tiba di pertigaan Giribelah, berbeloklah ke kanan hingga tiba di perempatan Kalak. Dari situ, Anda hanya perlu meneruskan perjalanan selama sekitar 1 jam hingga tiba di Pantai Klayar.

5. Gua Gong

Goa Gong adalah salah satu tempat wisata di Pacitan yang populer dan memegang predikat sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Pesona Goa Gong ini bersumber dari panorama indah stalaktit dan stalagmit yang dapat Anda temui tatkala menyusuri goa tersebut selama kurang lebih 2 jam.



Goa Gong terletak di Desa Bomo, sebuah gua yang indah dan cukup dalam diantara gugusan gua-gua yang berada di sekitarnya. Selain keindahan bentuk stalaktit dan stalagmitnya, keunikan Gua Gong juga adalah karena stalaktit dan stalakmit tertentu dapat berbunyi seperti gong ketika dipukul.

Dari sinilah gua ini mendapatkan namanya. Konon, dulu gua ini dianggap angker karena sering terdengar suara gamelan, termasuk bunyi suara gong dari dalam gua. Gua Gong merupakan gua horizontal, artinya bahwa untuk menelusurinya tidak memerlukan peralatan dan keahlian khusus.


Fasilitas yang dibangun memberi kemudahan akses bagi pengunjung untuk mengeksplorasi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini. Gua Gong hanya memiliki satu akses pintu masuk sekaligus pintu keluar. Inilah alasan Goa Gong dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata keluarga yang menarik.

Rute Perjalanan ke Goa Gong

Goa Gong terletak di Kota Pacitan berjarak sekitar 101 km dari kota Madiun. Jika Anda memulai perjalanan dari kota Yogyakarta atau Solo, Anda dapat menempuh rute perjalanan melalui kota Solo dan terus lanjut memasuki daerah Ponorogo, kemudian akan masuk wilayah Madiun, baru kemudian tiba di Pacitan. Dari Jogja ke Pacitan, durasi perjalanan akan memakan waktu sekitar 5 jam.

Jika Anda memilih angkutan umum dan memulai perjalanan ke Pacitan dari kota Surabaya, Anda dapat menggunakan bus patas yang akan membawa Anda ke Ponorogo, lalu mengganti bis lagi yang akan mengantarkan Anda ke Pacitan.

Dari pusat kota Pacitan, Anda perlu menempuh perjalanan selama sekitar 30 menit untuk dapat tiba di kawasan wisata Goa Gong.

Tempat Wisata Alam di Solo

1. Air terjun Grojogan sewu

Air terjun Grojogan sewu

Wisata alam di solo yang pertama adalah Grojokan Sewu Tawangmangu, sebuah air terjun yang sangat poluler di kota Solo di karenakan tempat ini memang memiliki panorama alam yang sangat indah yang berpadu dengan kesejukan udara pegunungan membuat para pengunjung tampak menikmati ketika berada di tempat wisata ini. Air terjun ini terletak pada ketinggian 1.100 di atas permukaan, dan juga memiliki ketinggian 81 meter. Air terjun Grojokan sewu ini berada di Tawangmangu tepatnya di daerah Karanganyar yang mana airterjun ini berada di tengah hutan lindung yang di dalamnya di huni oleh satwa yang jinak yaitu beberapa puluhan ribu ekor kera. Tempat wisata alam di solo yang satu ini memiliki lokasi yang luas yang tentunya juga sangat cocok untuk tempat rekreasi keluarga karena di tempat wisata ini terdapat berbagai fasilitas untuk rekreasi keluarga seperti kolam renang, taman rekreasi, temapat peristirahatan dan juga warung-warung makan dan toko souvenir.

2. Gua Gong

Gua Gong

Dan wisata alam di Solo yang ke 2 adalah Gua Gong, yang merupakan sebuah Gua yang memiliki ke unikan pada stalaktit dan stalakmitnya serta pada hiasan dinding gua. Konon pada hari-hari tertentu seperti hari juma’t gua ini selalu mengeluarkan suara seperti suara gamelan Gong yang di tabuh yang katanya sampai saat ini suara tersebut masih dapat di dengarkan, dan karena fenomena itulah gua ini di sebut dengan Gua Gong. Gua Gong ini terletak pada 256 meter di bawah permukaan laut, dan juga di dalam gua ini terdapat 12 ruangan dan 7 sumber mata air. wisata alam di solo yang satu ini dapat di tempuh dengan transportasi darat dengan jarak tempuh sekitar 7 km dari pasar Punung-Pacitan, 70 km arah tenggara dari kota Solo.

3. Air Terjun Girimanik

Air Terjun Girimanik

Wisata alam di Solo yang satu ini merupakan sebuah air terjun yang terkenal di Solo, di tempat wisata yang satu ini terdapat 3 buah Air terjun yaitu airterjun Manikmoyo yang memiliki ke tinggian 70 meter , dan tidak jauh dari Manikmoyo terdapat airterjun Tinjomoyo dan Condromoyo. Dan unutuk air tejun Tinjomoyo memiliki ketinggian sekitar 30 m. Ke 3 air terjun itulah yang membuat wisata alam di Solo yang satu ini ramai di kunjungi karena ke indahan panorama alam yang di milikinya sangat indah, jika di lihat dari ke jauhan ke 3 air terjun ini nampak seperti bertingkat. Tidak jauh dari air terjun Manikmoyo terdapat petilasan Raden Mas Said yang di kenal masyarakat dengan Batu Resi. Untuk lokasi Air terjun Girimanik ini berada di Desa Setren kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, yang letaknya berjarak sekitar 40 km dari pusat kota.

4. Pantai Sembukan

Pantai Sembukan

Pantai Sembukan merupakan sebuah wisata alam di Solo yang cukup terkenal di telinga masyarakat Indonesia karena di setiap tahunnya di tempat ini selalu di adakan ritual Larung Ageng yang di adakan oleh keraton Surakarta, Pemkab Wonogiri dan juga masyarakat setempat. Dengan adanya ritual itulah para wisatawan selalu ramai mendatangi tempat wisata ini untuk sekedar melihat dan meliput. Konon tempat wisata alam di Solo ini memiliki cerita mistis yaitu konon tempat ini adalah gerbang ke-13 Ratu kidul yang mana gerbang yang di gunakan ratu kidul untuk bertemu maupun menghadiri pertemuan dengan raja kasunanan Surakarta yaitu Pangkubuwono. Untuk letak wisata alam di Solo yang satu ini berada di Desa Paranggupito Kecamatan Wonogiri.

5. Gua Kahyangan

Gua Kahyangan

Gua kahyangan juga merupakan wisata alam di solo yang sangat terkenal, di sana pengunjung akan melihat gua yang berada di atas kedung dan juga terdapat air terjun di sekitar gua. Konon gua ini dulu merupakan tempat bersemedi Danang Suto Wijoyo raja pertama dari kerajaan mataram islam. Dan konon di atas puncak kahyangan adalah tempat bertemunya Danang Suto Wijoyo dengan nyai ratu kidul. Bagi anda yang percaya tahayul di larang memakai baju berwarna hijau ketika berada di tempat wisata ini. tempat wisata alam di Solo ini sangat ramai di kunjungi pada saat malam pergantian tahun jawa atau di sebut dengan bulan Suro, kebanyakan para pengunjung yang datang ke tmpat ini dari daerah luar Solo yang akan bertirakat di tempat ini. Untuk hari-hari biasa seperti malam juma’t kliwon tempat ini biasanya di jadikan tempat syukuran bagi warga yang sukses dalam karirnya dengan mengundang warga sekitar khayangan.

Itulah beberapa tempat wisata alam di Solo yang sangat terkenal, meskipun ada di antaranya yang memiliki bau mistis, namun tetap tidak menyurutkan minat pengunjung untuk mendatangi tempat tersebut.

Pulau Kakaban: Menyelami Misteri Evolusi Danau Kakaban

Pulau Kakaban
Pulau Kakaban

Bagi Anda yang menggilai diving atau snorkeling dan ingin bermain-main dengan aman bersama ubur-ubur yang tak menyengat di danau air payau (yang hanya ada dua saja di dunia) maka menyambangi Pulau Kakaban wajib masuk dalam agenda wisata Anda. Pulau Kakaban adalah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam kelompok Kepulauan Derawan dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Pulau Kakaban
Pulau Kakaban
Jika Anda lihat di peta (atau tampak atas) maka nampak Pulau Kakaban ini berbentuk seperti angka “9”, dengan luas sekira 774,2 hektar. Angka “9” ini merupakan gugusan atol di atas permukaan laut yang terbentuk jutaan tahun lalu. Kemudian, selama beberapa ribu tahun terjadi proses pengangkatan akibat adanya tekanan geologis. Hal ini menjadikan atol naik di atas permukaan laut dengan ketinggian sekira 50 m lalu membuat sejumlah air laut terperangkap hingga membentuk danau air laut (laguna). Danau ini dikenal dengan nama Danau Kakaban.

Pulau Kakaban

Dalam bahasa Suku Bajo, kakaban berarti memeluk. Penamaan ini berkaitan dengan bentuk fisik Pulau Kakaban dimana atol di bagian utara 'memeluk' laguna dan terpisah dari air laut sekitarnya. Danau di tengah laut ini begitu indah berwarna biru kehijauan jernih. Di sekeliling danau tersebut tumbuh rimbun pohon-pohon bakau.

Pulau Kakaban

Keberadaan Danau Kakaban adalah salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke pulau yang tak berpenghuni ini. Pasalnya, danau air payau tersebut memiliki ekositem yang unik (endemik) hasil evolusi dan melibatkan proses kimia, fisika, dan biologi yang rumit dan panjang selama ribuan tahun. Telah banyak peneliti dari dalam dan luar negeri mencoba memecahkan misteri tentang bagaimana sebuah ekosistem danau yang terisolasi dapat menjadi rumah bagi hewan dan tumbuhan endemik yang hidup di dalamnya. Danau endemik sekira 2,6 x 1,5 kilometer ini menjadi rumah bagi jutaan ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, algae yang menjadi karpet di dasar danau, anemon yang berwarna putih dan memangsa ubur-ubur, ikan-ikan, dan biota endemik lainnya. Tercatat hanya ada dua danau air payau jenis ini di dunia: Danau Kakaban di Kepulauan Derawan dan Jellyfish Lake di Palau, Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.
Ada empat jenis ubur-ubur tak menyengat di Danau Kakaban: ubur-ubur bulan (Aurelia aurita) (5-50 cm), ubur ubur totol (Mastigias papua) (1-20 cm), ubur-ubur kotak seukuran ujung jari telunjuk, Tripedalia cystophora (7-10 mm), dan ubur-ubur terbalik Cassiopea ornata (15-20 cm). Martigias papua adalah yang paling banyak populasinya dan paling lincah bergerak kesana-kemari, sementara Cassiopeia adalah yang paling unik sebab ubur-ubur ini biasanya diam di dasar danau dalam posisi terbalik; tentakelnya ada di posisi atas.

Pulau Kakaban
Pulau Kakaban
Pulau Kakaban

Menurut penelitian, fenomena ubur-ubur terbalik ini adalah salah satu bentuk adaptasi (baca: evolusi) ubur-ubur dalam bertahan hidup di danau yang terisolasi. Ubur-ubur bersimbiosis dengan alga untuk mendapatkan makanan. Ubur-ubur menempatkan alga pada bagian kaki (tentakel) dan bergerak terbalik untuk mendapatkan cahaya Matahari agar proses fotosintesa pada alga dapat terjadi. Dengan cara ini, mereka memasak makanan. Selain itu, perubahan morfologi jelas terlihat pada ubur-ubur totol (Martigias papua); di danau ini ubur-ubur totol tidak lagi memiliki totol dan ukuran sengatnya mengecil dan kehilangan fungsi. Mengenai hilangnya kemampuan menyengat ubur-ubur tersebut dikarenakan tak ada predator yang memangsanya di danau endemik ini. Secara alamiah, mereka kehilangan kemampuan fungsi sistem pertahanan diri, yaitu kemampuan menyengat. Sementara itu, anemon yang menghuni danau ini berubah menjadi pemangsa ubur-ubur pasif. Anemon di Danau Kakaban berwarna putih sebab sudah tidak melakukan simbiosis dengan alga.

Pulau Kakaban

Selain ubur-ubur, ada 8 spesies ikan yang menghuni danau dengan kedalaman kurang lebih 11 meter ini. Empat spesies yang paling utama adalah serinding (Apogon lateralis), puntang (Exyrias puntang), coral fry (Antherinomorus endrachtensis) dan ikan jarum (Zenarchopterus dispar).

Pulau Kakaban
Pulau Kakaban

Danau Kakaban mewakili bentuk kehidupan purba yang sifatnya ekstrim; hal ini diungkapkan oleh seorang peneliti Jonathan Kindon dari Institut Antropologi Biologi dan Departemen Hewan, Universitas Oxford, Inggris. Keberadaan 4 spesies ubur-ubur menjadikan Pulau Kakaban dinominasikan sebagai kawasan situs warisan dunia (world heritage) oleh UNESCO yang patut dilindungi. Kabarnya, Jellyfish Lake di Palau hanya memiliki dua jenis spesies ubur-ubur serupa. Maka tak berlebihan jika menyebut Danau Kakaban sebagai danau ubur-ubur terbesar dan paling kaya keragamannya di dunia.

Pulau Kakaban

Pulau Kakaban


AKOMODASI
Pulau Kakaban adalah pulau tak berpenghuni. Untuk memenuhi kebutuhan akomodasi Anda, resot di Kepulauan Derawan, Pulau Sangalaki, dan Pulau Maratua dapat jadi pilihan.
Di Derawan, terdapat banyak penginapan atau cottage berada di sekitar pantai dengan harga mulai dari Rp50.000,- hingga Rp400.000,- per malam. Kebutuhan untuk menyewa alat-alat snorkeling dapat Anda temukan di tiga pulau terdekat dengan Pulau Kakaban.

TIPS
Bawalah perbekalan makan dan minum yang cukup saat mengunjungi Pulau Kakaban dan sekitarnya.
Berpartisipasilah dalam menjaga kelestarian dan kebersihan sekitar Danau Kakaban yang termasuk langka dan dilindungi, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mengganggu atau merusak biota penghuni danau.
Arus laut di titik-titik penyelaman sekitar Pulau Kakaban relatif kuat. Daripada melawan arus, sebaiknya Anda meminta speedboat menjemput Anda di titik ujung penyelaman.
Mengunjungi Kakaban bersama banyak teman dapat menghemat biaya, misalnya biaya sewa speedboat. Semakin banyak teman (maksimal 15; karena kapasitas speedboat 15 orang), makin sedikit biaya sharing yang Anda keluarkan untuk sewa speedboat.

TRANSPORTASI
Untuk mencapai Pulau Kakaban, Anda dapat naik speedboat berkapasitas 15 orang dari Derawan, Maratua, atau Sangalaki. Dibutuhkan waktu sekira 45 menit dari Derawan, 30 menit dari Maratua, dan 20 menit dari Sangalaki. Biaya sewa speedboat adalah kurang lebih Rp500.000,- hingga Rp1.000.000,- yang dapat digunakan untuk mengunjungi ketiga pulau tersebut dalam waktu sehari.

KEGIATAN
Dermaga yang terbuat dari kayu meranti terbentang sepanjang kurang lebih 120 meter dan tampak kontras dengan biru air laut di sekitarnya akan menyambut Anda setibanya di Pulau Kakaban. Dari sana, Anda sebelumnya harus menaiki tangga yang juga terbuat dari kayu. Setelahnya, Anda harus mendaki untuk sampai di balik bukit tempat Danau Kakaban berada-danau endemik yang terbentuk jutaan tahun lalu dan telah melewati proses evolusi yang panjang. Hijau pepohonan di sekitar dan kicauan burung akan menemani perjalanan Anda menuju danau. Hutan mangrove yang terbentuk di Pulau Kakaban adalah rumah bagi hewan-hewan, pohon bakau, dan pohon tropis lainnya, seperti pohon tanjang (Bruguiera), api-api (Avicennia), dan pidada (Sonneratia).
Snorkeling adalah hal wajib yang tak boleh Anda lewatkan setibanya di sini. Menyelami danau yang disebut-sebut menyimpan misteri sebuah proses evolusi tentu akan menjadi kegiatan yang takkan terlupakan. Terlebih lagi, keberadaan danau air payau jenis ini adalah satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua saja di dunia (Danau Kakaban dan Jellyfish Lake di Palau). Selain itu, Danau Kakaban memiliki 4 jenis ubur-ubur; dua kali lebih banyak dari jenis yang menghuni Jellyfish Lake. Anda dapat bermain-main dengan ubur-ubur yang bahkan ada yang berukuran seujung jari telunjuk, meraka aman sebab tidak menyengat seperti halnya ubur-ubur lain yang hidup di laut.
Tumbuhan dan hewan penghuni ekosistem Danau Kakaban pada dasarnya adalah ekosistem yang sama dengan yang hidup di air laut. Di Danau Kakaban, Anda akan melihat ubur-ubur, alga laut, anemon, ketimun laut (teripang), spons, kepiting, beragam jenis ikan dan lain sebagainya. Namun begitu, selama ribuan tahun, danau yang terisolasi akibat terjadinya proses pengangkatan atol ini membuat penghuninya melewati serangkaian perubahan (evolusi) demi menyesuaikan dan bertahan hidup di dalam lingkungan air payau. Danau ini menampung air hujan yang kemudian bercampur dengan air laut sekitar yang dapat masuk ke danau melalui celah-celah batuan karang dan menciptakan ekosistem sendiri yang berbeda dan langka.
Selain menyelami Danau Kakaban, Anda juga dapat melakukan kegiatan diving dan snorkeling di sekitar Pulau Kakaban. Laut di sekitar Pulau Kakaban sudah terkenal sebagai rumah bagi sejumlah besar Barracuda, tuna sirip biru, pari, ikan napoleon, dan bahkan hiu. Terdapat beberapa titik penyelaman yang sudah terkenal di dunia penyelaman, yaitu: Barracuda Point, The Drift, Cabbage Patch, The Wall, Blue Light Cave, The Plateau, Rainbow Run, Diver's Delight, dan The North Face.

CAVE TUBING GUA PINDUL

CAVE TUBING GUA PINDUL ( peta ) Petualangan mengarungi sungai bawah tanah yang sarat kisah dan rasakan sensasi pelusuran sungai di dalam gua menggunakan ban pelampung. Sambil menyusuri gelapnya lorong gua yang berhiaskan stalaktit dan stalagmit yang indah, Anda juga akan disodori dengan legenda pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya.

CAVE TUBING GUA PINDUL

Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.

Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.

Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.

Untuk Harga Tiket Cave Tubing Gua Pindul :
(diperbarui tgl 3/23/2015)

Tiket : Rp 35.000

Buka setiap hari : Pk 07:00 - 17:00 WIB 

CAVE TUBING GUA PINDUL

MERAPI GOLF

MERAPI GOLF Bermain Golf di Pegunungan Sejuk sambil Bersantai di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, dengan iklim sempurna dan pemandangan alam yang segar ke arah Gunung Merapi dan pedesaan Yogyakarta serta Samudera Hindia, sungguh memberi manfaat besar untuk dicoba.

MERAPI GOLF


Lapangan dengan 18 hole, 6370 meter par 72 terletak 30 menit berkendara dari kota kuno Yogyakarta. Rancangan LAPANGAN GOLF MERAPI yang mempesona sungguh merupakan mahakarya lapangan golf, yang diciptakan oleh master lapangan golf: Thomson, Woverride & Perret.

Perpaduan keindahan alam dan kesegaran cuaca pegunungan, lansekap berbukit-bukit yang menantang dengan bebatuan gunung yang telah berumur berjuta-juta tahun menjadikan lapangan golf ini sebagai salah satu lapangan yang paling menarik di Jawa Tengah dan tak mudah dilupakan.

Masing-masing hole dirancang dan ditempatkan dengan hati-hati dan lain dari yang lain dengan kesulitannya tersendiri, menyajikan ujian yang hebat untuk clubbing.

Lingkungan yang tenang dan damai, pemandangan yang indah menakjubkan, menjadikan para pegolf menikmati permainan dan tentu saja tidak akan melewatkan lapangan yang menantang ini. Lapangan ini sungguh menjadi tempat para pecinta golf bermain tanpa gangguan udara panas ataupun polusi.

Green Fee:

Senin s/d Kamis        : Rp 539.000 + Pajak 10%
Jumat                      : Rp 814.000 + Pajak 10%
Sabtu & Hari Libur    : Rp 979.000 + Pajak 10%
Minggu                    : Rp 896.500 + Pajak 10%

Paket Golf JOGLOSEMAR (Senin - Selasa): Rp 380.000

  • Harga sudah termasuk: Green fee, caddy fee, golf cart
  • No rain check
  • Uang paket tidak dapat ditarik kembali
  • Tidak berlaku untuk hari libur nasional
  • Memiliki KTP JOGLOSEMAR dan sekitarnya
  • Bersedia untuk di foto copy
MERAPI GOLF

GUA RANCANG KENCONO

GUA RANCANG KENCONO

Gua Bersejarah di Bawah Naungan Pohon Klumpit Raksasa

Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia

Gua Rancang Kencono merupakan gua yang sarat cerita mulai dari jaman prasejarah hingga masa-masa perjuangan Laskar Mataram. Sebuah pohon klumpit berusia ratusan tahun menjadi saksi bisu beragam kisah yang tercipta di gua ini.
GUA RANCANG KENCONOGUA RANCANG KENCONO

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya termasuk dalam Kawasan Karst Pegunungan Sewu dengan bentang alam yang unik. Selain fenomena di permukaan (eksokarst) yang berbentuk perbukitan karst, di Gunungkidul juga terdapat fenomena di bawah permukaan (endokarst) yang berbentuk sungai bawah tanah, lembah, telaga, hingga luweng dan gua. Karena itu tak heran jika Gunungkidul memiliki banyak gua yang tersebar di perut bumi. Salah satu gua yang bisa dimasuki siapa saja tanpa peralatan khusus adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Wisata Bleberan.

Berdasarkan buku "Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta" yang disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, Gua Rancang Kencono merupakan gua purba sejajar dengan Gua Braholo yang terdapat di Kecamatan Rongkop, hal ini didasarkan pada penemuan artefak dan tulang belulang yang diperkirakan hidup pada ribuan tahun yang lalu. Gua yang mempunyai ruangan luas dan lapang dengan pohon klumpit (Terminalia edulis) yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 2 abad ini pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena digunakan untuk merancang strategi demi tujuan mulia maka gua ini dinamakan Gua Rancang Kencono.

Untuk memasuki Gua Rancang Kencono cukup menuruni tangga batu yang sudah dibangun sejak dulu. Sebatang pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua menyambut dengan gagahnya. Lubang besar akibat lapuk terlihat di batang pohon menjadi penanda usianya yang sudah renta. Gua Rancang Kencono memiliki sebuah pelataran atau ruang yang luas dan bisa digunakan untuk mengadakan pertemuan. Stalaktit tampak menghiasi langit-langit gua, banyak diantaranya sudah mati sehingga tidak terlihat lagi air yang menetes. Di sebelah ruangan yang luas terdapat ruang kecil dan sempit serta gelap gulita. Untuk memasuki ruang ini YogYES harus melewati sebuah celah kecil dengan merunduk. Di dalam ruang yang sempit ini terdapat lukisan bendera merah putih serta kata-kata penyemangat yang ditujukan kepada para pejuang. Baru 10 menit di ruangan udara sudah terasa pengap, kembali ke pelataran pun menjadi pilihan.

Selain relung gua yang sempit dan gelap, di sisi lain juga terdapat lorong yang konon menghubungkan Gua Rancang Kencono dengan Air Terjun Sri Gethuk. Saat memasuki lorong tersebut YogYES harus berjalan jongkok bahkan sesekali merangkak karena langit-langitnya sangat pendek. Menurut pengelola, sebagian lorong tersebut telah runtuh sehingga tidak bisa ditelusuri. Saat malam menjelang, Gua Rancang Kencono yang disinari samar cahaya bulan terlihat mistis sekaligus eksotis. Redup cahaya bintang dan sinar lampu taman yang tidak terlalu benderang menjadi teman setia berbincang sambil menikmati secangkir wedang jahe. Derik serangga berpadu dengan desau angin menciptakan simfoni alam yang merdu dan mengiringi obrolan hingga larut malam.

Keterangan : Wisata Gua Rancang Kencono sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Wisata Bleberan. Untuk info kunjungan atau penggunaan bumi perkemahan di kompleks Gua Rancang Kencono dapat menghubungi :
Kohar (+62 853 3400 5700),
Tri Harjono (+62 813 2821 6842).

PANTAI LOVINA BALI

Pantai Lovina Bali ( peta ) termasuk obyek wisata di pesisir Bali Utara. Tepatnya 10 km ke arah barat Kota Singaraja. Lokasinya di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Oleh sebab itu lebih dikenal dengan obyek wisata Kalibukbuk.




Pantai Lovina Bali yang berpasir hitam masih sangat alami, sehingga menarik dikunjungi wisatawan. Perjalanan ke tengah laut diperairan Lovina sangat menarik dikunjungi. Anda dapat menjumpai lumba-lumba sekitar 1 km dari bibir pantai. Laut Lovina yang relatif tenang sehingga bisa berwisata dengan menggunakan perahu nelayan.

Kawasan Lovina Bali sangat terkenal dengan pertunjukan lumba-lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Untuk dapat melihat lumba-lumba beraksi, anda harus berangkat ke tengah laut sebelum matahari terbit. Lumba–lumba akan bermunculan antara jam 6 hingga jam 8 pagi. Ada yang melompat-lompat ke permukaan, dan ada juga yang sekedar berenang. Sangat menarik aksi binatang laut berwarna hitam yang satu ini.

Wisatawan yang berkunjung dapat menyewa perahu yang khusus disediakan untuk wisata ini. Sambil menuju ke tengah laut untuk menyaksikan pertunjukan lumba-lumba anda juga dapat menyaksikan perairan laut Lovina yang indah dan alami. Anda dapat menikmati obyek wisata ini selama 3 jam. Nelayan akan mengantar anda ke tempat dimana lumba-lumba sering bermunculan.

Selain dapat menyaksikan pertunjukan lumba-lumba, di Pantai Lovina juga terdapat wisata menyelam. Ada beraneka ragam ikan hias di taman laut ini. Taman laut lovina juga tidak kalah dengan taman laut lainnya yang ada di Bali. Pilihan rental car Bali, adalah pilihan terbaik bagi anda menuju kawasan wisata Lovina.

Di kawasan Lovina Bali banyak terdapat penginapan dengan harga yang bervariasi. Mulai dari penginapan sederhana hingga penginapan mewah. Ada juga penginapan yang menyediakan atraksi lumba-lumba yang sudah terlatih dan kebun binatang kecil di dalam penginapan.

Untuk menuju Lovina Bali dari Denpasar anda dapat melewati obyek wisata hutan lindung Bedugul, Singaraja lalu menuju Lovina. Rute lainnya dapat melewati Bedugul, Seririt dan Lovina. Perjalanan melalui kedua rute tersebut dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Namun jalannya agak berkelak-kelok dan naik turun. Bisa juga ditempuh lewat jalur Gilimanuk lalu ke Lovina. Jalannya relatif lurus dan nyaman meski ditempuh dalam waktu yang lebih panjang yaitu sekitar 4 jam.

Jika anda ingin berlibur di tempat wisata di Bali utara, pantai ini jangan sampai anda lewatkan. Anda dapat menyewa mobil tanpa supir atau dengan supir untuk menuju lokasi ini.


Gili Meno Lombok

Who’s ready for a fabulous summer vacation? Setelah Indonesia mengenalkan banyak pulau-pulau baru yang indah, kali ini Indonesia punya pulau kecil yang tidak kalah eksotisnya dengan Pulau Komodo ataupun Pulau Ora.

Gili Meno Lombok

Pulau Gili Meno merupakan rangkaian pulau kecil yang ada ke Kepulauan Nusa Tenggara Barat. Pulau kecil atau yang biasa disebut Gili ini terdiri dari 3 pulau, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Di pulau Gili Meno ini anda bisa melakukan berbagai aktifitas wisata,  salah satunya adalah menyelam. Gili Meno memang tempat yang cocok untuk diving. Pemandangan bawah laut terumbu karang dan ikan-ikan akan tampak luar biasa jika anda menyelam di Gili Meno. Tapi memang sebenarnya Pulau Gili Trawang lah yang sudah terkenal daripada kedua pulau kecil yang lain.


Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

    Pulau Gili Meno ini adalah salah satu dari sekian banyak pulau di Indonesia dengan keindahan pantai yang luar biasa. Selain airnya yang terlihat seperti kristal dan pasir putih yang menawan, pulau yang satu ini punya suasana yang tenang dan udara yang segar, karena mobil dan motor dilarang untuk masuk ke wilayah ini. That’s why, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang bosan dengan suasana kota dan ingin menyegarkan pikiran dengan udara yang benar-benar bersih.


Gili Meno Lombok

   Bicara tentang keindahan bawah laut, Gili Meno juga merupakan salah satu destinasi terbaik untuk para penyelam. Selain terumbu karang dan ikan-ikan di laut, di sana juga terdapat patung-patung bawah air karya seniman internasional, Jason deCaires Taylor, yang akan membuat kamu terpesona.
Menikmati indahnya pantai dan jernihnya laut di Gili Meno tentu tidak akan lengkap tanpa akomodasi yang sesuai. Di tahun 2016 nanti, five-star resort yang super mewah Bask Gili Meno akan hadir di Gili Meno. Sebagai salah satu world-class luxury beach resort, Bask Gili Meno didesain dengan mencampurkan elemen modern dan tradisional Bali.Pulau tanpa polusi sehingga Anda tidak akan menemukan kendaraan bermotor di sini. Ada sepeda atau kereta kuda cidomo yang dapat disewa untuk mengelilingi pulau.Tapi jika ingin meresapi panorama laut Gili Meno, Anda cukup berjalan kaki sambil membawa persediaan minum.

 The best moment gili meno 

Gili Meno Lombok
 
Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

Gili Meno Lombok

 Tips

Tidak ada toko disini sehingga Anda harus mempersiapkan semua kebutuhan sendiri. Bawalah juga uang yang cukup karena Anda tidak akan menemukan mesin ATM.

Alternatif liburan yang lengkap dan menyenangkan disuguhkan di Gili Meno. Selain menyaksikan cantiknya burung-burung yang beterbangan kesana-kemari, Anda dapat snorkeling ataupun mencoba kursus menyelam. Terdapat beberapa titik selam dengan biota laut yang masih sehat dan akan membuat Anda takjub. Bergabunglah dengan tur karena titik-titik itu hanya bisa dijangkau dengan perahu.

 Diving.
Diving adalah wisata populer di Gili. Ada banyak penyedia jasa diving yang dapat anda gunakan dengan harga paket sekitar Rp. 400.000. Pemandangan bawah laut di sini sangat indah dengan terumbu karang dan biota laut lain yang masih sehat. Terdapat banyak spot diving diantara ke tiga pulau ini, masing - masing operator biasanya memiliki spot-spot andalan mereka sendiri yang dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang diinginkan peserta. Operator Diving di Gili Trawangan sudah bersertifikat PADI & ISSI, mereka juga menyewakan peralatan diving dengan standar internasional.

Snorkeling.
Apabila anda tidak ingin melakukan aktifitas menyelam, atau diving dirasakan terlalu berat untuk anda, anda masih bisa menikmati keindahan pemandangan bawah laut Gili Island dengan melakukan snorkeling. Biaya sewa paket snorkeling berkisar Rp. 60.000 sampai Rp. 150.000.

Glass Bottom Boat.
Ingin menikmati keindahan alam bawah laut gili namun tak ingin berbasah-basahan, anda bisa mengguakan fasilitas Glass Bottom Boat, yakni sejenis perahu dengan dasar yang terbuat dari kaca, dari atas perahu anda bisa melihat aneka macam terumbu karang dan ikan sambil bersantai.

Surfing.
Gili Island juga memiliki spot intuk surfing yang banyak digunakan oleh wisatawan asing. Banyak terdapat penyewaan papan surfing dengan harga yang terjangkau. Aktifitas surfing memerlukan keahlian khusus, namun tidak perlu khawatir karena banyak penyedia jasa pelatihan singkat surfing untuk pemula di Gili Trawangan apabila anda menginginkannya

 Transportasi

Gili Meno bisa diraih dengan perahu public dari Pelabuhan Bangsal, tarifnya sekira Rp8 ribu per orang namun harus menunggu penumpang hingga 20 orang. Jika ingin lebih cepat, Anda bisa menyewa perahu public dengan harga sekira Rp150-200 ribu.

Ada beberapa alternative untuk menuju Pelabuhan Bangsal dari bandara. Taksi dapat Anda sewa dengan tariff sekira Rp300 ribu, ataupun menaiki bus damri dan melanjutkan perjalanan dengan taksi. Bisa juga melalui angkutan umum minibus dari Mandalika, carilah jurusan ke Tanjung Pemenang. Dari bandara ke Mandalika juga terdapat bus damri.

Agar sampai ke Gili Meno, Anda perlu sekitar 45 menit perjalananan dari Mataram menuju Pelabuhan Bangsal dan naik perahu bertiket Rp. 25 ribu. Atau jika dari Gili Trawangan Anda bisa menumpang kapal yang berangkat setiap pukul 09.30 dan 16.00 WITA dan dari Gili Air pada 08.30 dan 03.00 WITA dengan harga Rp. 25 ribu per orang.
Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno memang selalu berhasil membuai wisatawan, namun jangan lupa untuk beli oleh-oleh khas Lombok di Banyumulek ya!